16 Sep 2008

Sepotong Daging adalah Hasil Penyiksaan








Semoga tayangan di atas semakin menggugah Anda sekalian, bahwa sepotong daging di atas meja makan adalah hasil penderitaan yang amat sangat dari saudara-saudara kita, hewan, yang juga adalah makhluk ciptaan Tuhan. Baik manusia maupun hewan berasal dari sumber yang sama, TUHAN YANG MAHA PENGASIH. Selayaknya
lah sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, kita saling mengasihi, melindungi, hidup berdampingan, saling mencintai....
Semoga....semoga.....
Images :www.greatdreams.com dan berbagai sumber dari internet

12 comments:

  1. ok ini boleh aja jadi motifasi buat jadi vegetarian..
    tapi gimana kalau dgn sepiring nasi dari hasil penyiksaan tumbuhan padi.. dipotong, dibanting2, disemai panas, dilibas mesin..dsbnya

    ReplyDelete
  2. Wah... kalau yang ini komentarnya beda.
    "Sebutir nasi...sejuta keringat petani
    Sebutir nasi...sulit didapat
    Sebutir nasi...jangan kau sia-siakan
    Hargai jerih payah petani

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Hewan merasakan sakit saat disembelih meraung-raung memberontak dan sebagainya (dan kita semua tahu itu), sedangkan apakah anda pernah mendengar tumbuhan padi berteriak-teriak saat dipotong, dibanting, dsb...? apakah tumbuhan bisa merasakan sakit? tidak kan

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. Sekedar share

    Binatang toh juga membunuh untuk makan. Apa salahnya bila kita
    juga membunuh ayam atau sapi untuk dimakan?


    Hewan yang membunuh hewan lainnya tidaklah mempunyai pilihan lain.
    Mereka harus membunuh makanannya untuk bertahan hidup. Tetapi manusia berbeda.

    Manusia bisa memilih membunuh sapi untuk dimakan dagingnya atau memilih makan nasi, tempe, sayur,dan buah-buahan. Lagipula mengapa kita harus mengacu pada hewan dalam hal ini, bukankah kita menganggap binatang karnivora seperti singa, harimau, dan buaya buas karena mereka membunuh. Mengapa pula kita meniru sifat-sifat buas tersebut?
    Bukankah kita manusia yang katanya “berakal budi”
    dan lebih tinggi derajatnya dari hewan?

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih kepada teman-teman semua yang telah meluangkan waktu memberi komentar di sini. Sesuai misi blog ini yaitu untuk mendukung perkembangan vegetarianisme, maka komentar yang kami muat adalah yang tidak bertentangan dengan misi itu sendiri.Salam kasih selalu

    ReplyDelete
  11. Di bawah ini adalah komentar artikel ini, yang diambil dari sumber lain. Sekali lagi kami hanya memuat komentar yang tidka bertentangan dengan misi blog ini.Salam kasih selalu

    ditulis oleh fira_centil

    ehm, yah namanya juga dibunuh... mana ada yang terasa nikmat sichhh ??!!.


    ditulis oleh rodeodrive83

    vegetarian adalah sebuah pilihan yang bijaksana jika kita tidak ingin melihat hewan-hewan ini menjadi tersiksa

    ditulis oleh weddie18

    enak saja ngomong disembelih itu tidak sakit
    emang udah pernah ngerasain sendiri ???

    ditulis oleh marthin_goh

    manusia memang semau gw
    jika ada manusia yang dimakan harimau seluruh dunia heboh,tapi kita tau sendiri berapa juta hewan yang dimakan manusia setiap harinya

    ini sungguh-sungguh tidak adil


    ditulis oleh timmy_tim10

    konon hewan juga memiliki nyawa dan perasaan seperti kita jika sudah seperti itu lantas kita mau makan apa

    ditulis oleh josh_groban

    waduh gimana ya? aku tahu itu sebuah penyiksaan tapi bagaimanapun juga kita butuh mereka boss.

    ditulis oleh aymybeautiful

    untuk saja aku sekarang seorang vegan,gak tega juga rasanya melihat gambar seperti ini

    ditulis oleh Zahidrao741

    setuju banget, selain kita menyiska mahluk lain. makan daging sama halnya kita menimbun kolesterol di tubuh kita sendiri.

    ditulis oleh jibran400

    liat tuch babinya, keliatan banget ya kalau dia pengen kabur sewaktu tahu mau di bunuh.

    ditulis oleh yauhui.net

    ini ada video menarik tentang industri peternakan & pengambilan kulit binatang..

    http://www.yauhui.net/stop-pembunuhan-penyiksaan-terhadap-binatang/

    semoga bermanfaat

    ditulis oleh lutfiatur

    di tempatku malah ada yang lebih sadis bila ingin masak anjing (kebetulan ada warga etnis manado di kampungku) anjingnya dipukul sampai mati tanpa disembelih

    jadi gak tega ngliat dan mendengar lolongan anjing itu

    ditulis oleh sudhew

    Terlepas bagaimana hewan itu dibunuh,tapi yang jelas semua ini bisa membuktikan bahwa manusia adalah predator yang paling kejam dan oportunis.

    Didalam ekosistem manapun,dalam piramida makanan manusia selalu berada dalam posisi puncak.

    Karena itulah kita sebagai manusia harus mampu memanfaatkan anugerah sebagai khalifah di muka bumi dengan sebaik-baiknya.

    Jangan sampai terjadi kepunahan satu spesiespun karena kebodohan kita sendiri.

    Salam


    ditulis oleh yauhui.net

    Artis Artis Indonesia yang Vegetarian / Vegan

    Titiek Puspa, Sophia Latjuba, Nadya Hutagalung, Ria Warna, Ray Sahetapy, Dewi Lestari.. Apa pendapat mereka tentang pola hidup vegetarian ?

    http://www.yauhui.net/artis-artis-indonesia-yang-vegetarian-vegan/

    ReplyDelete

Ingin mendapatkan pemberitahuan update artikel dari New Vegetarian Planet langsung ke alamat Email Anda? Silahkan masukkan email Anda di bawah ini, setelah itu masuk ke inbox email Anda untuk mengaktifkan email dari FeedBurner:

Delivered by FeedBurner

From Me

New Vegetarian Planet is dedicated to promote understanding and respect for vegetarian lifestyles either from aspecs of spiritual, ethics, health, environment et cetera. May be copied only for personal use or by not-for-profit organizations. All copied and reprinted material written by me must contain weblog link http://www.newvegeplanet.blogspot.com
Finally, I hope more people will understand the reasons for choosing a vegetarian way of life. Come on to hold hands, we struggle for the safety of humans, animals, and this beloved earth through vegetarianism.
Best regards Liliyana Waty